Bappebti Selenggarakan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi Logo Download PDF


Bappebti Selenggarakan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi

 
Bappebti bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) di Yogyakarta, Kamis (2/11). Hadir di acara Sekretaris Bappebti, Karo Peraturan Perundang-undangan dan Penindakan Bappebti, Karo Pengawasan Pasar Berjangka dan Fisik Bappebti, Kadisperindag DIY, Analis PPATK, perwakilan dari PT BBJ, PT KBI, PT ICH dan PT ICDX.
 
Sekretaris Bappebti, Nusa Eka mewakili Kepala Bappebti Kemendag memberikan arahan sekaligus membuka acara Literasi Perdagangan Berjangka. Acara dilaksanakan untuk mensosialisasikan kebijakan Bappebti yang merupakan komitmen agar industri PBK bebas dari pencucian uang dan pendanaan terorisme. Hal ini merupakan langkah persiapan dalam rangka penilaian FATF kepada penyedia Jasa Keuangan, salah satunya di bidang PBK. 
 
Plt. Kepala Bagian Kerjasama dan Informasi Publik Bappebti, Subagiyo memberikan laporan ketua panitia.
 
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Budi Antono memberikan sambutan.
 
Diskusi panel dengan tema “Industri Perdagangan Berjangka Komoditi Bebas Pencucian Uang dan Pendanaan Teroris” dan moderator Iono Widagdo, Sekretaris Disperindag DIY.
 
Karo Pengawasan Pasar Berjangka dan Fisik Bappebti, Pantas Lumban Batu menyampaikan mengenai Perkembangan Perdagangan Berjangka Komoditi di Indonesia.
 
Analis Hukum Senior PPATK, Ferti Srikandi menyampaikan mengenai Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme.
 
Karo Peraturan Perundang-undangan dan Penindakan Bappebti, Sri Hariyati menyampaikan mengenai Prinsip Mengenal Nasabah oleh Perusahaan Pialang Berjangka.
 
Acara ini dihadiri oleh 100 orang Peserta yang terdiri dari para Kepala Cabang/Wakil Pialang dari 20 Perusahaan Pialang Berjangka di Yogyakarta dan Jateng, akademisi, aparatur terkait, dan calon investor industri PBK.
 
[Download PDF]